Ketika ibu mendapatkan cincin kawinnya berada dalam perut ikan yang sedang dimakannya,seketika ibu terkulai di meja makan,pingsan.Lalu koma sekitar seminggu,kemudian ibu meningal dunia.Semenjak itu sejarah hidup keluarga kami diputar ulang.Seperti digelar kamar keluarga,juga di pekarangan belakang rumah,hari demi hari diperlihatkan malaikat betapa cara kerja langit tak mempunyai patokan.Tak dapat ditebak .Tak terduga kami tak tahu benar apakah itu pemandangan alam atau lukisan pemandangan alam di atas kanvas.
Kami juga sering turun dari kendaraan umum lalu beramai-ramai menambal aspal jalanan yang mengelupas.Atau mendorong bus kami yang terjebak banjir.Pemandangan indah,pemandangan suram,semua disajikan kepada kami
kami harus jujur,kami sekeluarga bukan kumpulan orang-orang yang baik tapi kami mematuhi rambu-rambu lalu lintas.Hidup kami baik-baik saja sampaigempa yang berkekuatan dahsyat itu jatuh dari angkasa.Seluruh bangunan porak poranda sampai sekecil-kecilnya rata dengan tanah.Nama,watak,kelakuan,pikiran,emosi,keberuntung,dan nasib jelek,berbutar-putar di dalam kubangan rajah tangan yang sudah dicetak di dalam KTP yang tersimpan dalam segel laminasi dengan warna emas.Jika kami bongkar,kami megap-megap.Tapi itulah harga mati dari rantai yang sudah terlanjur bergandengan .Hari itu hari yang mendidih.Walaupun hujan sehari-harinya,Desemberyang hitam-pekat oleh bara yang menganga telah membayangi hidup kami sekeluarga setiap detiknya.Hari belum tinggi ketika benar ketika ayah diseret ke tepi sungai Brantas bersama puluhan orang laki-laki dan perempuan yang duduk dengan mata tertutup dan mata terikat ke belakang.Mereka basah kuyup menggigil kedinginan oleh hujan dan kepanasan oleh hantu yang mengintip dari balik kancing baju mereka. BERSAMBUNG
kk
BalasHapus